“Yayasan Al Azhar Tingkatkan Kualitas Guru dan Pembelajaran Melalui Pelatihan Literasi Terintegrasi”

Makassar, 5 Januari 2025 – Yayasan Al Azhar Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengadakan In House Training bertajuk Pelatihan Guru tentang Pembelajaran Berbasis Literasi Terintegrasi. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Yayasan ini menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang literasi nasional, yaitu Nurcaya, S.Pd., Gr., Angriani, S.Pd.I., M.Pd., Gr., Fenny, ST., S.Pd., Cl., dan Alpin Suhadi, S.Pd.

Memahami Literasi Membaca dan Menulis sebagai Kunci Partisipasi Masyarakat
Dalam sesi literasi membaca, Alpin Suhadi, S.Pd., memaparkan pentingnya kemampuan memahami, menggunakan, dan merefleksikan teks tertulis untuk mengembangkan potensi individu dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat. “Literasi membaca melibatkan dua jenis konten, yaitu teks informasi dan teks fiksi, yang keduanya memiliki peran vital dalam membentuk kecakapan berpikir kritis siswa,” jelasnya.

Literasi Sains: Membangun Pemahaman dan Keputusan Berbasis Data
Nurcaya, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa literasi sains memungkinkan siswa memahami lingkungan dan membuat keputusan yang lebih baik. “Sains membantu siswa memecahkan masalah di dunia nyata, dan soal berbasis literasi harus disusun dengan kaidah yang sesuai agar pembelajaran lebih bermakna,” ungkapnya dalam sesi pembuatan soal literasi.

Literasi Numerasi untuk Kehidupan Sehari-Hari
Fenny, ST., S.Pd., Cl., menyampaikan bahwa literasi numerasi bukan hanya tentang matematika, tetapi juga tentang kemampuan menggunakan logika dan prinsip matematika dalam berbagai situasi. “Mengintegrasikan literasi numerasi ke dalam setiap mata pelajaran dapat membantu siswa lebih siap menghadapi tantangan kehidupan,” katanya.

Membangun Kesadaran Literasi Sosial Budaya
Angriani, S.Pd.I., M.Pd., Gr., menekankan pentingnya guru menjadi pembelajar seumur hidup. “Menjadi guru yang literat adalah fondasi bagi siswa yang literat. Literasi sosial budaya melibatkan kompetensi untuk memahami dan berinteraksi dalam konteks sosial dengan lima level kemahiran literasi, mulai dari dasar hingga ruang kreasi,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *