Guru MITQ Azhar Center Makassar menjadi Instruktur Nasional AKMI selama 3 tahun berturut-turut.

Makassar, 16 November 2024

Kontributor : Anggi Angriani

Kementerian Agama RI melalui Project Management Unit Realizing Education’s Promise- Madrasah Education Quality Reform (PMU REP-MEQR) menyelenggarakan Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) sejak tahun 2021 hingga tahun 2024. AKMI diadakan untuk mengukur kemampuan literasi peserta didik di madrasah. Kemampuan literasi yang diukur adalah literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains dan literasi sosial budaya yang tertuang dalam rapor AKMI. Untuk menindaklanjuti hasil asesmen tersebut, maka diadakan bimtek atau pelatihan untuk guru madrasah yang menjadi sasaran AKMI. Pelatihan Guru Madrasah (PGM) AKMI akan dikawal oleh Instruktur Nasional yang terpilih dalam seleksi yang diadakan oleh Komponen 2 Kemenag RI. Ada 4 tahapan seleksi ketat yang harus dilalui dan bersaing dengan ribuan pendaftar dari seluruh Indonesia.

Salah seorang guru madrasah di Kota Makassar yang berhasil lolos dan terpilih sebagai Instruktur AKMI berasal dari Madrasah Ibtidaiyyah Tahfidzul Qur’an Azhar Center yang bernama Ibu Angriani, S.Pd.I., M.Pd.,Gr. Beliau terpilih sebagai Instruktur Nasional AKMI untuk Literasi Sosial Budaya selama 3 tahun berturut-turut yaitu dari tahun 2022-2024. Tentu saja ini prestasi dan pencapaian terbaik bagi seorang guru madrasah yang patut menjadi inspirasi dan diberi apresiasi sebab skala pencapaiannya adalah nasional. Ibu Angriani adalah seorang guru yang telah tersertifikasi pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis dan selama 2 tahun berturut-turut juga diamanahi sebagai Guru Pamong pada program PPG Madrasah di LPTK UIN Alauddin Makassar untuk mapel Al-Qur’an Hadis.

Dalam wawancara beliau menyampaikan kalimat yang sangat inspiratif. “Untuk menjadi versi diri yang terbaik, maka kenalilah kekuatan diri, fokuslah pada kekuatan itu lalu asah, latih dan kembangkan agar menjadi sumber energi prestasi hingga menjadi expert”. Bu Angriani memiliki mimpi bahwa suatu saat nanti madrasah akan mendunia dan segala sematan negatif tentang madrasah akan hilang tergantikan dengan prestasi yang membanggakan. Kalimat motivasi yang selalu beliau sampaikan kepada guru madrasah peserta bimtek di akhir pelatihan daring dan beliau sampaikan juga ketika visit ke MTsN 1 Muna dan madrasah lainnya di Sulawesi Tenggara adalah “ Bapak dan Ibu… kami titip madrasah ya, ayo gaungkan dan bumikan literasi di madrasahnya supaya kompetensi anak didik kita makin meningkat dan membawa mereka berprestasi di masa depan. Sebab, buah yang dituai di masa depan adalah hasil pendidikan kita di masa kini. Salam AKMI, Salam Literasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *